INDONESIA PAPER

DIBALIK POLEMIK TUNTUTAN KENAIKAN UPAH

 Dyah Kusuma Wardhani1, Erik Budianto2,  Hajar Winatul Khurnia3, Fita Winda Utari4

1Universitas Negeri Malang, dyahkusuma96@yahoo.co.id

2Universitas Negeri Malang, erikliem182@gmail.com

3Universitas Negeri Malang, winkrnia@gmail.com

4Universitas Negeri Malang, fita99@gmail.com

ABSTRAK

Demo yang terus dilakukan buruh saat memperingati hari buruh, berulang kali menyuarakan tuntutan buruh tentang kenaikan upah.Sayangnya pemerintah terpaksa “menutup telinga” dan mengabaikan tuntutan buruh karena berbagai faktor yang harus dipertimbangkan. Kenaikan upah biasanya diikuti dengan kenaikan harga barang, sehingga tetap saja naiknya upah belum menjadikan kehidupan para buruh menjadi layak.  Dari sisi pengusaha upah merupakan salah satu komponen biaya produksi yang apabila dinaikkan maka akan memotong keuntungan, sehingga untuk mendapatkan keuntungan yang sama, pengusaha akan menaikkan harga produk mereka, atau mengurangi penggunaan tenaga kerja/buruh (PHK). Dampak yang ditimbulkan dari tuntutan kenaikan upah ini mulai bercabang-cabang, ada dampak positif dan negative. Disinilah peran pemerintah di butuhkan. Harus ada kebijakan yang tidak memihak satu pihak saja, dan pemerintah harus menjadi penengah yang adil.

Kata Kunci: Upah, Buruh, Pengusaha, Kesejahteraan, Adil, Pemerintah

Full Paper  didownload di sini

FASION KELAS EROPA, EKONOMI KELAS AFRIKA

 Dian Rohmawati1, Firman Maulana2, Hasna Rosyida Afnan3, Hinuda Wisna Arti4

1Universitas Negeri Malang, diancancel97@gmail.com

2Universitas Negeri Malang, fierman@gmail.com

3Universitas Negeri Malang, hasnarosyi@gmail.com

4Universitas Negeri Malang, hinudawisnaarti@gmail.com

ABSTRAK

Pembuatan artikel ini bertujuan untuk menganalisis sikap konsumen terhadap produk fasion lokal dan impor yang akan berpengaruh terhadap keputusan konsumsi. Analisis dilakukan berdasarkan data-data yang akurat dan sumber yang terpercaya. Pada data yang tersedia terkesan dengan adanya perkembangan model fasion lokal saat ini membuat konsumen menengah kebawah tetap memilih  mengunjungi outlet-outlet produk fasion lokal.  Namun pada kenyataannya, pada konsumen tingkat menengah atas mereka cenderung lebih memilih untuk membeli produk fasion impor karena merasa produk fasion impor lebih berkualitas dan bergengsi, meskipun mereka sadar bahwa harga produk fasion lokal lebih terjangkau.

Kata kunci: konsumsi, fasion, lokal, impor

 

Full Paper  didownload di sini

E-COMMERCE UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

 Diar Wulandari1, Evi Dwy Tasari2, Ghora Putra Sena3, Imam Rofi’i4

1Universitas Negeri Malang,dyarwulan@gmail.com

3Universitas Negeri Malang, evidwy1@gmail.com

3Universitas Negeri Malang, ghoraputra55@gmail.com

4Universitas Negeri Malang, imamrofii1997@gmail.com

ABSTRAK

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan pentingya penggunaan e- Commerce sebagai salah satu solusi pemasaran UMKM  di Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pada dasarnya UMKM memiliki memiliki kontribusi yang penting terhadap perekonomian Indonesia. Namun UMKM memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi pasar, sehingga diperlukan teknologi Informasi komunikasi (TIK) berbasis E-commerce sebagai media pemasaran. Semakin berkembangnya penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari dan persaingan dunia usaha yang semakin ketat dalam menghadapi MEA, penggunaan e-Commerce sebagai media pemasaran dapat mendapatkan keuntungan baik dari instansi atau peruahaan itu sendiri, konsumen dan masyarakat umum. Selain dari pelaku UMKM, peran pemeritah juga diperlukan dalam mendorong keberhasilan UMKM dalam memperluas akses pasar melalui pemberian fasilitas teknologi informasi dan komunikasi berbasis web yang dapat digunakan sebagai media komunikasi bisnis global. Dengan demikian diharapkan produk UMKM Indonesia dapat lebih dikenal oleh kalangan luas dan bisa bersaing dalam menghadapi MEA.

Kata Kunci : UMKM, E-Commerce, MEA

Full Paper  didownload di sini

URGENSITAS INDUSTRI KREATIF TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA

Diah Safitri1 , Firda Mayang Sari2, Friska Verdiyana3, Haidar Hanardi4

e-mail : AlfaC518@gmail.com

 ABSTRAK

Tujuan penulisan ini adalah untuk (1) mendeskripsikan perkembangan industri kreatif di Indonesia, (2)  mendeskripsikan peranan industri kreatif  dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Industri kreatif menjadi industri potensial dan unggulan bagi penyumbang PDB Indonesia dan sebagai penyedia lapangan kerja yang potensial sebagai solusi mengatasi angka kemiskinan di Indonesia. Indonesia mengalami perkembangan industri kreatif  yang cukup pesat, namun bukan berarti dalam perkembangannya industri ini tidak mengalami hambatan. Hambatan industri kreatif berasal dari pilar sumber daya manusia, teknologi, institusi, lembaga keuangan, dan sumber daya. Untuk lebih mengembangkan industri kreatif sebagai industri unggulan, industri ini harus mendapat penanganan, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk pengembangan , yaitu: Penggunaan Media Informasi sebagai Sarana Promosi. Perlu mengintegrasikan program-program pengembangan industri kretif antara kementerian dan lembaga serta dengan program pemerintah daerah sesuai dengan keragaman potensi daerah sesuai dengan keragaman potensi sumber daya dan kondisi masyarakat setempat.

 Kata Kunci : Industri kreatif, kemiskinan

Full Paper  didownload di sini